BEBUAL.COM – Wali Kota Dumai, H. Paisal, SKM., MARS., menegaskan bahwa Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) mesti menjadi penggerak ekonomi pertumbuhan ekonomi daerah dan tidak hanya bergantung pada penyertaan modal pemerintah daerah. Strategi memperkuat kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting pada pengembangan dalam pengelolaan BUMD.
Pernyataan diatas disampaikan oleh Wali Kota Dumai, Paisal dalam sambutannya pada acara Coffee Morning bersama BUMD PT Pembangunan Dumai, Jumat [26/06/2026] di Gedung Pertemuan Pendopo. Mengangkat tema “Sinergi Kolaborasi Kemajuan Daerah”, forum ini menjadi ajang temu antara pemerintah, legislatif, BUMD, BUMN, swasta, hingga perwakilan asing.
Hadir dalam acara tersebut Wali Kota Dumai H. Paisal, Ketua DPRD Agus Miswandi, perwakilan Konsulat Malaysia, Lembaga Adat Melayu Riau LAMR Kota Dumai, Muktar selaku perwakilan PT Golden Archer Indonesia Power. Selain itu,turut hadir perwakilan BUMN, lembaga perbankan, rumah sakit, organisasi kemasyarakatan, serta pelaku dunia usaha di Kota Dumai.
“Kita tidak bisa jalan sendiri-sendiri. BUMD harus jadi motor penggerak ekonomi, swasta jadi mitra, dan investasi asing harus memberi dampak langsung ke masyarakat Dumai. Kolaborasi ini harus menjadi strategi agar BUMD bisa berkembang,” ungkap H. Paisal.
Lebih lanjut Paisal mengatakan, BUMD tidak boleh hanya menjadi badan usaha yang hidup dari penyertaan modal daerah. BUMD harus menjadi mesin pertumbuhan ekonomi daerah. Ia memiliki peran yang sangat vital bagi daerah. Selain sebagai motor penggerak perekonomian daerah, BUMD juga menjadi salah satu penyumbang Pendapatan Asli Daerah.
“Perbaikan dan pengembangan dalam pengelolaan BUMD penting untuk memastikan BUMD dapat berperan sebagai penggerak ekonomi daerah dan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi daerah.Perang BUMD sangat strategis dalam upaya memberikan manfaat bagi daerah dan masyarakat,” ujar Paisal
Direktur PT Pembangunan Dumai, Andika Fithrian menambahkan, kegiatan ini diharapkan melahirkan kerja sama konkret, khususnya di sektor pelabuhan, logistik, pariwisata, dan pengembangan kawasan ekonomi.
“Kehadiran Perusahaan swasta dan asing, perbankan serta pelaku dunia usaha menjadi sebuah semangat bagi kita untuk melakukan kolaborasi yang saling menguntungkan. Bahkan, dengan kehadiran Konsulat Malaysia menjadi sinyal positif bagi peningkatan kerja sama bilateral Dumai-Malaysia, mengingat posisi Dumai sebagai pintu gerbang barat Indonesia,” kata Andika.
